Jakarta - "Hidden hunger is a state of chronic malnutrition, whereby one's very last energy reserves are not utilized to search for food, but rather are 'saved' (Hans Konrad Biesalki, Hidden Hunger, 2013).
Sebuah pentas musik kontemporer bertajuk Sagu (Da') vs Sawit karya Septina Rosalina Layan digelar pada 6–7 Juni 2017 di Waena, Jayapura, Papua. Karya peraih Hibah Cipta Perempuan 2017 ini adalah refleksi atas keprihatinannya terhadap semakin langkanya sagu sebagai makanan pokok di Papua akibat kian meluasnya lahan perkebunan kelapa sawit. Padahal, tanah Papua sangat cocok untuk pembudidayaan tanaman sagu. Menurut pakar sagu Nadirman Haska, dari total 2,2 juta ha lahan sagu dunia, 1,4 juta ha di antaranya berada di Indonesia. Papua sendiri memiliki lahan sagu seluas 1,2 juta ha. Artinya, 90 % potensi sagu nasional tersimpan di Papua atau menyimpan hampir 50 % potensi sagu dunia. Namun, dari luas lahan sagu yang ada di Papua itu sendiri, justru baru sekitar 5 % saja dimanfaatkan oleh masyarakat Papua.
Itu baru sagu. Alih fungsi lahan pangan lokal menjadi lahan-lahan padi pun membuat pelik masalah. Masyarakat Papua yang dalam sejarah dan tradisi konsumsi pangannya sangat bergantung pada ubi dan sagu, mulai terbiasa mengkonsumsi nasi seiring dengan kebijakan pangan pemerintah yang berorientasi pada beras. Ancaman nyata beras terhadap pangan lokal di Papua mulai tampak sejak dasawarsa 1970-an ketika rezim Orde Baru mulai menggulirkan program Swasembada Beras. Puncaknya terjadi pada akhir 1990-an, ketika beras telah menjadi konsumsi pokok masyarakat Papua, bukan hanya mereka yang bermukim di perkotaan melainkan juga di pedalaman.
Pengetahuan masyarakat Papua terhadap arti penting pangan lokal dalam keseharian hidupnya perlahan-lahan mulai terputus. Jelas ini mengkhawatirkan jika menyimak pernyataan botanis dari Universitas Wageningen (Belanda), Chr. Versteegh, ketika ia melakukan penelitian kekayaan flora di Papua sepanjang tahun 1950an–1960an. Menurutnya, pengetahuan masyarakat Papua terhadap sistem perkebunan seperti ubi kayu telah maju dibandingkan sistem pertanian kolonial Belanda yang pernah dikembangkan di Manokwari.
Wajar jika pada 10 Mei 2016, Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah menyatakan bahwa wilayah Papua tidak cocok untuk pengembangan tanaman semusim seperti padi. Sebaliknya, yang cocok adalah tanaman perkebunan dengan masa tanam panjang. Namun pernyataannya justru bertolak-belakang dengan kebijakan pangan Presiden Joko Widodo sendiri yang pada Mei 2015 mendukung konversi lahan seluas 1,2 juta ha untuk program The Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE).
MIFEE merupakan kelanjutan dari program Merauke Integrated Rice Estate (MIRE) yang dimulai pada 2006 pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Apa yang terjadi dari pelaksanaan program MIRE dan MIFEE tak lebih membuahkan hilangnya kawasan hutan, ekosistem, potensi pangan lokal, serta tersingkirnya penduduk lokal dari tanahnya sendiri. Inilah salah satu akar dari cikal-bakal pergeseran konsumsi pangan lokal yang dalam jangka panjang bakal mengikis memori kolektif masyarakat Papua terhadap kekayaan potensi pangan lokalnya.
Lantas, apakah dalam jangka pendek program-program pangan pemerintah telah memenuhi kesejahteraan fisik masyarakat Papua sendiri? Kesejahteraan tak bisa dipukul rata, bahkan tak seluruh berbuah baik ketika terjadi kasus kelaparan dan gizi buruk massal di Asmat yang ramai diberitakan media beberapa pekan terakhir. Kementerian Sosial mencatat, sejak September 2017 hingga Januari 2018 ada 63 anak meninggal akibat campak dan gizi buruk, 393 jiwa menjalani rawat jalan, dan 175 menjalani rawat inap. Meski sudah mulai terjadi sejak September tahun lalu, peristiwanya baru ramai diberitakan sekarang. Artinya, ada kasus-kasus kelaparan tersembunyi di Bumi Cendrawasih yang tidak/belum diketahui. Ironisnya, meski terhitung banyak jumlah korban, tapi sebagai sebuah isu nasional, peristiwanya lekas terlupakan.
Ini mengingatkan saya pada bencana kelaparan di Kabupaten Yahukimo di kaki Pegunungan Jayawijaya pada 2009 silam –yang juga terlupakan. Dalam investigasi Tempo 15 November 2009 bertajuk Ada Apa dengan Langda, tercatat sejak Januari hingga Agustus 2009, ada 92 orang meninggal karena kelaparan. Ternyata bukan hanya di tahun itu. Pada 2005 bencana kelaparan sudah terjadi di Yahukimo. Tercatat ada 55 jiwa yang meregang nyawa akibat kelaparan saat itu. Bahkan pada dasawarsa 1980-an hingga 1990-an kelaparan-kelaparan tersembunyi di Yahukimo sudah terjadi. Pada Maret–Agustus 1984 bencana kelaparan memakan korban 232 orang, 84 jiwa (Juni 1986), 142 jiwa (Februari 1992), dan 75 jiwa (September 1997).
Kelaparan dan gizi buruk seperti pernah terjadi di Yahukimo dan kemudian Asmat adalah bukti dari ketiadaan edukasi dan pendampingan dalam menjaga tradisi budidaya dan konsumsi pangan lokal. Ditambah pula dengan mulai masuknya produk-produk makanan instan ke Papua lambat laun semakin mengikis memori dan kebiasaan konsumsi kolektif masyarakat terhadap potensi pangan lokalnya. Padahal pangan lokal sejatinya adalah bagian dari identitas pokok setiap kebudayaan manusia di mana pun. Pupusnya tradisi budidaya dan kebiasaan konsumsi pangan lokal dapat berandil pula dalam memupus jatidiri generasi suatu bangsa atau suku bangsa.
Beruntung masih ada aktivis-aktivis pangan Papua seperti "Jungle Chef" Charles Toto yang tak lelah bergerilya menjaga dan menyadarkan masyarakat Papua supaya bangga untuk membudidayakan dan mengkonsumsi pangan lokalnya. Dan, semangat gerilya mereka akan semakin bergaung jika didukung oleh empat pilar keamanan pangan yang menurut Biesalki (2013) dapat mengatasi bencana kelaparan dan malnutrisi, yaitu: ketersediaan bahan makanan, akses ke bahan makanan, kualitas bahan makanan bergizi, dan harga yang terjangkau.
Kenyataannya keempat pilar di atas sejauh ini sulit terpenuhi di Papua. Tak heran kelaparan-kelaparan tersembunyi terjadi dan banyak memakan korban jiwa. Tapi ini bukan semata soal urusan perut belaka. Lebih dalam dari itu, ini soal bagaimana menjaga kelestarian pangan lokal demi menjaga masa depan generasi penerus dari ancaman kelaparan-kelaparan tersembunyi.

Guys...buat kalian yang suka main kartu, yuk gabung salah satu agen online terbesar & terpercaya di indonesia cukup dengan deposit 15 ribu aja sudah bisa main loh, di sini terdapat juga game kartu lainnya. customer servisnya ramah & responnya cepat loh dari adminnya serta online 24 jam di sini juga memberikan bonus buat kalian di setiap hari : 1.bonus rolingan 0.3% 2.bonus referral 20% Tunggu apalagi, :
BalasHapusKami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah & sopan
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone
Disni Kami juga menyediakan beberapa jenis Bank :
- BCA
- Bank BRI
- Bank BNI
- Mandiri
- Danamon
1 user ID sudah bisa bermain 7 Permainan.
• BandarQ
• AduQ
• Capsa
• Domino99
• Poker
• Bandarpoker.
• Sakong
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
- BBM : 2BB85432
- whatsap :+855962998582
- skype : mediaqq
- facebook: mediaqq
- Instagram :mediaqqnet
buruan daftar ya sekarang juga... aku tunggu guys
♥ ♠ ♦ ♣ TAIPANPOKER ♥ ♠ ♦ ♣
BalasHapusMenang Besar Dengan Bonus Melimpah .
Hanya Bersama Kami taipanpoker .org
NEW GAMES NEW LUCK
Buruan Coba Hokimu Di Permainan Baru Kami
***BANDAR66***
8 GAME POKER DALAM 1 AKUN :
- Domino99
- BandarQ
- Poker
- AduQ
- Capsa Susun
- Bandar Poker
- Sakong Online
- *NEW*Bandar66
Nikmati Bonus-Bonus Melimpah Yang Bisa Anda Dapatkan Di
Situs Kami taipanpoker .org Situs Resmi, Aman Dan
Terpercaya ^^ Keunggulan TAIPANPOKER :
- Rating Kemenangan Terbesar
- Bonus TurnOver Atau Cashback 0.3% Di Bagikan Setiap 5
Hari
- Bonus Referral Dan Extra Refferal Seumur Hidup
- Minimal Deposit & Withdraw Hanya 20.000,-
- Tidak Ada Batas Untuk Melakukan Withdraw/Penarikan
Dana
- Pelayanan Yang Ramah Dan Proses Deposit / Withdraw Cepat
- Dengan Server Poker-V Yang Besar Beserta Ribuan pemain
Di Seluruh Indonesia,
- NO ADMIN l NO ROBOT 100% Player Vs Player
Fasilitas BANK yang di sediakan :
- BCA
- Mandiri
- BNI
- BRI
- Danamon
Jadi Tunggu apa lagi ?
Ambil Gadgetmu Dan Bergabung Berasama Kami
Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami
CONTACT US :
BBM : D86F2BAD
WA : +85587554605
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAGEN BANDARQ | DOMINO 99 | POKER ONLINE TERPERCAYA DAN SALAH SATU YANG TERBESAR DI ASIA
BalasHapus* Minimal DEPOSIT Rp 20.000,-
* Tersedia 8 game dalam 1 USER ID
* BONUS Cashback 0.3%
* BONUS Referral 15%
<> Contact Us <>
Fanspage FB : Sahabat QQ
Pin BB : 2BCD6D81
Pin BB : 2BD6A2E3
WA : +855-81734021
LINE : SAHABATQQ2
WECHAT : SAHABATQQ
INSTAGRAM : SAHABATHOKI
YM : cs2_sahabatqq@yahoo.com
Kami Siap Melayani anda 24 jam Nonstop
Link :
Sahabat9988*com
Sahabathoki*com
Kartuqiuqiu*com
Sukacapsa*com
Taruhanqq*com
Hobiceme*com
#domino99 #pokeronline #gamesonline #pokeronlineindonesia #pokeronlineterpercaya #pokeroblineterbesar #pokeronlineterbaik #gamesonlineterpercaya #agendomino #agenpokeronlineterpercaya #agenpoker #7gamesdalam1id #sahabathoki #sahabat9988